Laman

Selasa, 24 Juni 2014

DIRIKU



Tujuh belas tahun lalu yang lalu, tinggalnya sebuah keluarga kecil yang tinggal disebuah kota Depok yang keluarga tersebut berisikan sebuah suami istri, mereka mempunyai anak pertama berjenis kelamin perempuan yang dilahirkan di Depok Bogor pada tanggal 07 maret 1995 dan diberi nama NURUL FITRI AWALIA itulah diri saya sendiri. Alamat rumah mungkin bagi saya itu privasi untuk saya, teman dan hanya orang yang saya kenal saja jadi maaf jika saya tidak sebutkan alamat rumah saya, tepatnya saya tinggal di Kota DEPOK. Saya anak pertama dari dua bersaudara dan saya masih mempunyai kedua orang tua yang masih lengkap dan selalu memberikan yang terbaik untuk saya dan adik saya. Saya sekarang sudah duduk dibangku perkuliahan, tepatnya sekarang saya sudah kuliah di UNIVERSITAS GUNADARMA. Awal saya sekolah itu saya mulai dari TPA, TK dan dimulai dari saya umur 5 tahun setengah saya sudah SD di SDN MEKARJAYA 29 setelah itu saya SMP dan SMK di Perguruan yang sama yaitu SMP dan SMK YAPEMRI DEPOK. Disaat saya sekolah mengenakan seragam itu saya akui saya sangat kangen sama teman dan sahabat-sahabat saya dimasa sekolah kemarin. Apalagi dimasa SMK saya mempunyai guru, teman dan sahabat yang menurut saya sangat mengasikan, apalagi ketika semasa SMK saya mempunyai sahabat yang dari kelas 1 sampai sekarang masih deket sama dia, saya juga mempunyai sahabat yang saya kangenin sampai saat ini, yaAllah aku kangen, rindu bahkan aku sayang banget sama mereka, pertemukanlah aku dan mereka seperti dahulu yaAllah semoga mereka tidak akan lupakan saya yaAllah. Di SMK saya juga mempunyai dua sahabat cowok saya yang selalu mensuport sayang selalu berpikiran positif yang selalu meberikan yang terbaik buat saya,yang selalu menasehati saya dan bagi saya mereka sangat baik untuk saya dan sudah saya anggap sebagai kakak saya sendiri. Saya juga mempunyai teman special dalam hidup saya dan berharap Allah selalu memberikan yang terbaik buat saya dan dia.
Dulu semasa smk saya itu cewek tomboy tapi saya berubah ketika saya naik kekelas dua SMK dan dahulu saya adalah cewek yang tidak berhijab. Saya berhijab ketika saya semester enam dikelas tiga itu adalah tekatan dan niat saya dalam hati, walaupun saya akui saya masih agak kurang menutup aurat saya terhadap orang yang sudah mengenal saya sejak dari dahulu atau yang mengenal saya sudah lama dan sampai saat ini Alhamdulillah saya masih memakai hijab. Sekarang selama saya duduk diperkuliah banyak yang saya pelajari dan membuat saya menjadi dewasa ketika saya melihat sekeliling saya itu lebih dewasa terhadap saya dan ada yang sebagian memberikan nasehat bagaimana bersikap lebih baik lagi dari sebelumnya. Saya sangat senang mempunyai teman yang baik-baik dikuliah saya saat ini, ya walaupun pertama-tama saya kuliah mereka-mereka semua itu sangat asing bagi saya, ternyata mereka baik bagi saya dan memberikan sikap positif terhadap saya.
Banyak teman-teman saya yang saya rekam ketika mereka menilai diri saya, banyak yang bilang muka saya itu polos, banyak yang bilang muka saya seperti anak kecil, banyak yang bilang saya itu masih belum dewasa untuk kalangan anak perkuliahan, kata semua teman-teman saya, saya itu orangnya cerewet, suka ngelucu, kalo saya ketawa itu ketawa saya itu ngajak orang, ada yang bilang saya judes, saya galak, tapi banyak orang akui saya itu baik, ada yang bilang saya manis, hehehe , saya periang, saya aktif, saya males, saya kalo ngomong dibilang berekspresi, omongan saya katanya pedes, saya bawel , banyak yang bilang juga saya itu lelet, saya gampang percaya sama orang yang baru saya kenal, makannya banyak tapi engga gemuk-gemuk hehe, saya dibilang suka kepedean, saya katanya sombong, saya suka galau, katanya saya tipe orang yang engga enakan sama orang dan masih banyak penilaian tentang diri saya ini yang tidak bisa saya sebutkan semuanya. Namanya juga manusia kan banyak orang yang menilai terhadap diri kita sendiri dan ada saatnya kita dimasa yang dulu dan dimasa yang sekarang. Tapi intinya saya tidak akan pernah mau berubah, tidak akan yang namanya melupakan orang-orang yang telah mengisi memori didalam hidup saya karna bagi saya itu adalah hal terindah dan akan saya jadikan pelajaran, kenangan yang tidak akan saya lupakan sampai saya tua nanti. Aku sayang sahabat, teman kuliah, teman saya semuanya, karena berkat kalianlah saya mendapatkan pelajaran yang indah yang telah kalian berikan terhadap saya.
Begitulah cerita tentang diri saya, semoga siapun yang membaca tulisan ini dapat mengambil hikmah terhadap tulisan saya dan saya berharap semoga semua yang pernah ada dihidup saya dan yang membuat saya bahagia itu kembali lagi seperti sedia kala. Amin.
Nama       : NURUL FITRI AWALIA
NPM         : 25212536
Kelas        : 1EB02   

KAMU DAN DIA


Ini cerita tentang cintaku. Kamu dan dia, kamu adalah yang dulu bersama aku dan dia adalah yang sekarang bersama aku. Resah dan bingung hati ini memikirkan apa yang aku miliki untuk waktu yang bagiku tak ada ujungnya. Kamu dulu adalah orang yang aku sayang, bahkan kamu adalah orang yang  aku perjuangankan mati-matian untuk kamu, sampai ada lelaki yang suka sama aku pun aku menolak demi rasa sayang aku ke kamu yang begitu besar. tetapi makin hari yang aku rasa kamu hanya suka biasa aja terhadap  perasaan aku. kamu yang selalu bilang aku egois, aku kekanak-kanakan dan lain sebagainya membuat aku berpikir untuk kesekian kalinya saat bersama mu. sampai waktu pun terus berjalan kamu tetap mengulang kesalahan kamu yang dulu-dulu sama wanita lain hingga aku pun masih berdiri tegak untuk kamu, Tuhan kenapa ketika aku bener sayang sayaangnya sama seseorang tapi dia begitu aja terhadap diriku, aku yang selalu belain mati-matian untuknya tapi kamu pergi gitu aja dari diriku dan aku pun semakin terpuruk akan kehadiran dan kehilangan kamu yang seakan akan datang dan pergi begitu aja. waktu semakin hari semakin cepat hingga akhirnya DIA datang kehidupan aku, DIA yang selalu maju untuk aku, yang bertahan sayang sama aku, enam bulan tuh tak terasa DIA masih bertahan untuk aku. 

Dia yang berjuang menahan rasa sakitnya perasaan kecewa terhadap apa yang sudah aku lakuin, karna disaat itu pula aku masih terbayang-bayang akan kamu yang selalu datang dan pergi. hingga sampai akhirnya aku bisa melepas kamu dengan lega karna aku yakin DIA sekarang yang terbaik buat aku dan selalu ada buat aku. kamu yang cuek sama aku sekarang kamu yang bilang aku berubah, aku dulu selalu bertahan sama kamu tapi kamu yang sibuk dengan wanita lain selain sama aku, rasa sakit lalu rasa yang sembuh kembali sakit dan berujung pada kata sakit ketika aku bersama kamu. Hingga kata pasrah dan rela kehilangan kamu pun terpikir dalam otakku. Sedangkan ada DIA yang terus berjuang,bertahan, sayang sama aku padahal udah sering sekali aku cuekin bahkan aku sakitin dia. Bukan maksud aku buat membandingkan antara kamu sama dia karna aku yakin kalian berdua adalah orang yang terbaik dihati aku. Aku selalu bertanya kenapa kamu dulu orang yang udah aku sayang banget tapi malah kamu begitu cuek sama perasaan aku tapi Dia orang yang baru aku kenal tapi dia malah selalu perhatian sedangkan aku malah balik cuek ke Dia. 

Sekarang kamu datang kembali kehidup aku tapi kamu kembali tidak tepat dengan waktunya karna aku sudah memilih bersama Dia. aku sudah bersama dia dan dia yang telah mengisi hari-hari aku kenapa kamu datang disaat aku udah mengenal dan dekat sama dia ? kau peluk lagi rasa sayang aku tapi maaf untuk sekarang aku sudah dimiliki sama dia dan aku harap kamu selalu dapet yang terbaik lebih dari aku. Makasih kamu udah ungkapin perasaan kamu yang sekarang sama aku, tapi sekarang aku lagi sama dia dan aku takut kalau dia ngerasain lagi apa yang aku rasain pas aku lagi sama kamu. Saat kamu bilang akan pergi jauh dari hidupku selamanya, kenangan kita yang bagi aku singkat itu membuat aku belajar, bahagia dan sakit. Kamu tidak tau betapa ada yang hilang disetiap hari aku saat kamu hilang dihidup aku tapi kamu orang yang selalu aku simpan dalam buku catatan harian aku yang paling indah saat kita bersama melewati masa-sama dulu selama 4 Tahun. Aku sayang sama kamu bo semoga kita bisa balik seperti dulu ya..

Kadang memang penyesalan selalu datang belakangan dan itu yang sekarang terjadi di diri KAMU dan AKU. Pesan terakhir aku untuk kamu semoga kita berdua selalu berada dalam kebaikan yang diatas. Aku yakin suatu saat nanti kita akan dipertemukan lagi..

PERTEMUAN TERAKHIR


Pertemuan terakhir adalah dimana seseorang bertemu untuk terakhir kalinya dengan orang itu dan tidak akan bertemu lagi dengan orang itu untuk selamanya. Tapi bagi saya hari kemarin adalah pertemuan terakhir buat saya. Kita yang dulu bersama, main bareng, ketemu bareng tapi untuk hari kemarin sampai hari kedepan kita sudah tidak bisa seperti dulu lagi. Pertemuan kemarin buat aku adalah tutup buku diary nya aku tentang kamu untuk kedepan dan selamanya. Banyak sekali yang aku simpan dalam pembicaraan kita kemarin, banyak pesan-pesan kamu yang aku simpan dan akan aku jadikan pelajaran untuk kedepan saat kita sudah tidak sama-sama lagi. Waktu singkat kemarin itu membuat aku belajar akan makna tentang waktu yang tidak akan pernah bisa diulang atau diputar kembali arah jarum jam yang sudah lewat itu, disitu aku memahami arti penting dari pertemuan singkat saat aku bersama dengan kamu. Rasa yang ada didalam diriku pun mungkin tidak bisa menggambarkan bahwa betapa berarti waktu kemarin buat aku, aku yang harus benar-benar terbiasa untuk kedepan nanti saat tidak bersama kamu, aku yang harus bisa mandiri jaga diri aku tanpa kamu, aku yang harus bener-bener belajar mengambil keputusan saat aku tidak bisa lagi bertanya kepada kamu, aku harus terbiasa saat aku sudah tidak bisa curhat tentang keseharian aku lagi bersama kamu, aku yang sudah tidak manja lagi karna kamu sudah tidak disisi aku lagi. Senyummu, candamu, tertawamu, luluconmu kemarin adalah obat penutup buat pertemuan singkat aku sama kamu. Aku akan belajar lebih mandiri dan dewasa untuk kedepannya seperti apa yang telah kamu ucapkan kamarin sama aku.

Detik-detik waktu bersama kamu pun hilang dan saat itu pula kamu hanya ucapkan terima kasih untuk aku tanpa pamit kepada ku, kamu pun pergi begitu saja dari hidupku. Aku berharap kamu dan aku akan dipertemukan lagi nantinya, ya walaupun aku tidak tahu kapan Tuhan mempertemukan aku lagi sama kamu, kapan Tuhan ijinin kita seperti hari-hari yang kemarin saat lagi bersama-sama. Mungkin sekarang aku yakin kamu udah tenang tanpa gangguan aku lagi, tanpa kemanjaan aku lagi, tanpa repotannya aku lagi, tanpa kebawelan aku lagi. Dan mungkin pula kamu sudah tidak butuh aku lagi dihidup aku. Ternyata rasanya itu beda ya saat kamu ada sama aku, saat kamu hilang tapi kamu tetap jagain aku dibelakang dan saat kamu benar-benar pergi dan tidak balik dihidup aku lagi itu rasanya beda banget. Tapi aku harus bisa 1 tahun kamu hilang dan masih jagain aku dibelakang tapi kurang lebih 1 bulan kamu benar-benar pergi dari hidup aku. Aku berharap kamu selalu baik-baik diluar sana, semoga kamu selalu bahagia sama pilihan baru kamu dan semoga kamu selalu selalu memberikan yang terbaik buat keluarga kamu, sahabat kamu, teman kamu bahkan teman dekat kamu yang baru. Terima kasih untuk hari-hari sebelumnya saat kita bersama, itu sudah membuat aku bahagia dan tak akan aku lupakan begitu aja kenangan-kenangan kita kemarin..

Rabu, 04 Juni 2014

11 Hektar

http://www.youtube.com/watch?v=cdb1w_tcSDM&feature=youtu.be

Perjalanan yang singkat buat saya mempunyai nama 11 Hektar bersama sahabat-sahabat yang sudah saya anggap seperti keluarga kedua saya pada saat saya belajar dikampus. Awal mula perjalanan nama 11 Hektar itu pada saat saya memasuki kelas di 2EB09. Saya berpikir pada awal masuk kelas semua terasa asing bagi saya karna yang hanya saya kenal hanya Jirin dan Kiki itupun kalau Jirin teman kelas 1 saya di 1EB02 dan Kiki teman PPSPPT saya pada awal saya masuk Universitas Gunadarma. Dikelas pun saya hanya berdua terus sama Kiki dan sampai akhirnya saya sering berkumpul dengan Jirin, Kiki, Rio, Wahid dan Yoga karna semakin lama semakin dekat akhirnya saya pun mengenal semua teman-teman saya. Pada UTS semester 3 kelas 2EB09 pun mengadakan liburan ke Puncak dari situlah tak terasa saya pun menjadi dekat dengan Sarah, Yuni, Irma, Pika dan Agung. Disanalah kekeluargaan mulai agak terbentuk menurut saya dan pada saat malam pertama disana saya dan yoga menonton film 5CM diStasiun TV Swasta ternama. Saya pun berkata kepada kepada yoga kalau 5CM kaya kita ya ga ada gue, Jirin, Kiki, Wahid sama elo” sambil tertawa-tawa dan tanpa sadar Rio pun tak saya hitung akhirnya saya ubah nama 5CM menjadi 6CM hehe.


Pada keesokan harinya disore hari saya pun sedang asik bermain kartu bersama Jirin, Kiki dan Wahid, tiba-tiba kita berempat pun merasa bosan berada terus dipenginapan dan tanpa sengaja Jirin mengusulkan untuk berjalan keatas Puncak untuk berfoto-foto sedikit disana. Akhirnya kita berempat pun rapi-rapi untuk siap berangkat, tapi setiba mau berangkat saya pun sedikit takut untuk ijin ke Yuni, Sarah, Yoga, Irma, dan Pika yang pada saat itu sedang sibuk berada didapur. Jirin pun akhirnya yang angkat bicara pertamanya untuk bilang kalau kita berempat mau keatas puncak sebentar, Yuni pun langsung menjadi bête karna kita berempat sudah rapi untuk siap berangkat karna Yuni dan anak-anak yang berada didapur sedang masak untuk kita kita dan mereka pun tetep berada didapur dan sedikit agak sebel, bête, kesel sama kita berempat. Saya pun akhirnya berangkat keatas puncak tetapi saya masih tidak enak dengan anak-anak, setiba disana kami bertemu dengan teman-teman yang lain seperti Agung, kituy, Om Meka, Pahlevi, dan Yadi. Tiba diPuncak Pas kita pun berfoto-foto bersama dan sambil melihat pemadangan kebun teh yang semakin sore diselimuti oleh kabut putih yang sangat dingin dan memutuskan untuk balik kepinganapan. Sesampai dipenginapan Yoga, Yuni, Irma, Pika dan Sarah pun diam dan jutek sama kita terutama sama saya dan Kiki. Yuni pun berkata :” Itu tuh ga yang namanya 5CM tapi ninggalin lo sendirian” saya pun dan Kiki langsung minta maaf kepada mereka semua tapi mereka masih jutek sama kita dan kita berdua bilang: “ih cunay jangan gitu dong” dan kita menghampiri Yoga dan bilang: “Yoga maaf si, tadikan udah diajak tapi jawabnya gak mau yaudah kita akhirnya berangkat berempat deh,yoga maaf”. Yoga pun ditarik Yuni dan Yuni bilang: “ sama kita aja ga kita juga kan punya nama 5KG dan saya Kiki pun teriak ih Yoga tetep sama kita cunaaaayy. Akhirnya pun anak-anak yang itu pun sudah kembali biasa lagi sama kita berempat terutama sama saya dan Kiki sudah tidak jutek lagi hihihihihi. Keesokan harinya kitapun bersiap pulang kerumah masing-masing.

Tidak terasa setelah pulang dari puncak dan setelah masuk kembali kita pun semakin dekat dan sering bersama saat makan siang, solat ataupun yang lainnya. sebelumnya yang tadinya saya sama Kiki selalu duduk berdua didepan sekarang sudah tidak lagi berdua melainkan sudah bersama dengan Yuni, Irma, Sarah dan Pika. Pada saat makan bareng pun saya sudah tidak berenam lagi melainkan bersebelas terus dan terus. Pada saat bercandaan dikelas pun entah dari mana nama 11 Hektar pun keluar dan terdengan ditelinga anak-anak. Kedekatan kita bersebelas pun semakin terasa dekat dengan seringnya kita kumpul bareng dikosan Jirin ataupun dikosan Wahid. 11 Hektar pun bagi saya banyak ujiannya untuk kita bersebelas dari saling memahami karakter kita masing-masing yang menurut saya itu adalah pelajaran yang sangat saya senangi. Dari kesetian pun kita diuji, keegoisan, keamarahan, persahabatan, kekeluargaan, pertemanan, kakak adik pun dikita bersebelas bagi ada yang selalu menengahin, nasehatin, ngajarin, kedewasaan, keanak-anakan, semuanya ada dikita itu yang semakin buat saya nyaman dengan 11 Hektar. Saat bercanda kita tertawa-tawa bersama, saat ada menangis kita saling nenangin satu sama lainnya, saat ada masalah kita selesain bersama-sama dengan kepala dingin, saat ada yang curhat kita dengerin dan kita masukan, saat ada yang marah kita berusah balikin keadaan semula untuk saling mengenal kata Minta Maaf satu sama lain, saat ada yang malas ada yang semangatin, saat ada yang tidak tahu ada yang saling mengajari, saat ada yang tidak bersikap baik ada yang menunjukan kebaikan, saat ada yang ngambek kita berusaha untuk mengerti keadaannya, saat ada yang sakit kita rawat bersama-sama hingga membaik, dan saat ada yang ulang tahun memberikan ucapan dan surprise kecil-kecilan untuk kebersamaan kita, dan semuanya ujungnya akan selalu baik-baik dan bahagia bagi saya, karna didalam 11 hektar itu bagi saya sudah saling melengkapi satu sama lain dengan karakter kita masing-masing. Aku selalu berharap 11 Hektar ini akan selalu bersama-sama sampai kita semua lulus menyelesaikan Skripsi dan memakai Toga.
Mungkin tulisan ini bagi kalian yang baca itu sangat lebay dan norak, tapi bagi ini adalah kebahagian kedua saya dan ini bener-benar dari hati saya. Begitulah asal muasal nama 11 Hektar ada di 2EB09.
Aku bahagia punya kalian karna di 11 hektar aku pun menemukan yang namanya kekeluargaan yang teramat dekat bagi aku. Aku harap kita selalu bersama-sama ya saat sedih, susah maupun senang.Amin..

11 Hektar :
·         Andi Rezqy Amalia Putri
·         Agung Ali Fadli
·         Irma Yona Marantika
·         Muhajirin
·         Muhammad Yoga Dwi Praditya
·         Nurul Fitri Awalia
·         Pika Rustia
·         Rio Muhamad Santos
·         Siti Sarah Bahtera Sari
·         Wahid Syahbani
·         Yuni Ahlamiah Fatillah


Kamis, 01 Mei 2014

Kasus BUMN

BUMN menurut Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. BUMN dapat pula berupa perusahaan nirlaba yang bertujuan untuk menyediakan barang atau jasa bagi masyarakat. Sejak tahun 2001 seluruh BUMN dikoordinasikan pengelolaannya oleh Kementerian BUMN, yang dipimpin oleh seorang Menteri BUMN yaitu Dahlan Iskan. BUMN di Indonesia berbentuk  menjadi tiga yaitu perusahaan perseroan, perusahaan umum, dan perusahaan jawatan.

1.      Perusahaan Perseroan
Perusahaan perseroan (persero) adalah BUMN yang berbentuk perseroan terbatas yang modalnya terbagi dalam saham yang seluruh atau paling sedikit 51% sahamnya dimiliki oleh pemerintah (atas nama negara) yang tujuan utamanya mengejar keuntungan.

2.      Perusahaan Umum
Perusahaan umum (perum) adalah BUMN yang seluruh modalnya dimiliki negara dan tidak terbagi atas saham, yang bertujuan untuk kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan sekaligus mengejar keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan perusahaan.

3.      Perusahaan Jawatan
Perusahaan Jawatan (perjan) sebagai salah satu bentuk BUMN memiliki modal yang berasal dari negara. Saat ini hanya TVRI yang merupakan satu-satunya perjan yang dimiliki oleh BUMN.

Mari kita liat contoh kasus dalam BUMN :
Korupsi Hambalang – PT Adhi Karya Tbk.
Mantan Direktur Operasional 1 PT Adhi Karya (persero) Teuku Bagus Mukhamad Noor telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Hambalang telah melakukan mark up proyek yang merugikan negara lebih dari Rp 6 triliun. Kasus yang tengah ditangani oleh KPK itu masih terus bergulir. Lembaga anti rasuah itu masih terus mengembangkan bukti-bukti untuk menjerat tersangka lain yang turut menikmati dana haram proyek Hambalang.lebih jelanya lihat link ini :

Komentar :
Menurut Saya KPK kurang tegas dalam menangani kasus korupsi yang semakin marak merajalela pada saat ini. Kurang tegasnya dalam penyelidikan mengenai orang-orang yang sudah menghabiskan uang rakyat begitu saja perlu ditindak lanjuti dengan ketat. Begitupun dengan BUMN dalam kasus proyek ini BUMN kurang tegas, mengatakan bahwa BUMN bersih itu tapi nyatanya masih saja banyak korupsi yang tertangkap. Dalam kasus ini BUMN harus banyak belajar dan menyusun strategi dalam membangun BUMN bersih karena perangkat GCG (Good Corporate Governance) belum bisa memastikan apakah perusahaan-perusahaan tersebut sudah bersih dan dapat bergabung masuk dengan BUMN atau tidak.

24 April 2014

Pada tanggal 24 April 2014 tepatnya pada hari kamis saya bersama teman-teman (Yoga, Kiki dan Wahid) ingin mengantar pulang Jirin ke Bogor karena sedang sakit. Pada paginya sekitar pukul 11.00 Yoga sms saya memberitahu bahwa kumpulnya diStasiun Pondok Cina, dan setelah sampai di Stasiun Pondok Cina kita berlima segera membeli tiket untuk ke Bogor selama menunggu kereta kita tertawa-tawa karena kiki menertawakan wajah Yoga yang sangat senang sekali pertama naik kereta pada saat itu hehe, sampai kereta pun tiba kita berlima duduk bersampingan dan berbincang bincang bersama. Setelah sampai di Stasiun Bogor pun kami berlima mencari angkot untuk sampai ke Rumah Jirin, selama didalam angkot saya berserta Wahid, Jirin dan Yoga menertawakan kiki yang sangat jijik dengan pisang dan disepanjang jalan tukang pisang dan pohon pisang sangat gampang kita temui dan tiba-tiba wahid melihat seorang Bapak sedang membawa banyak pisang didepan motornya dan pas kiki melihat dan teriak kita berempat pun tertawa-tawa dan kiki pun berkata : “ ih Bapak-bapaknya lagi bawa setan dan efek makan pisang itu uyuy jadi oon, dll” (ujar si kiki).


Setelah tiba sampai Rumah Jirin tepatnya di Leuwiliyang, kami pun bersantai-santai sejenak, kita berlima pun makan, minun dan ngemil. Habis itu kiki, wahid, yoga solat zuhur dan kami akhirnya kiki dan wahid pun tertidur pulas dikamar jirin sedang jirin menonton tv diruang tv dan saya bersama yoga mengobrol-ngobrol tidak jelas hehe. Pukul 16.00 pun waktu begitu cepat rasanya kita berempat bersiap-siap untuk balik pulang ke Depok. Setelah meminta ijin pulang dengan keluarga jirin dan jirinnya kami pun balik menuju Stasiun Bogor. selama diangkot kami pun hanya diam, tertawa-tawa diangkot entah tertawa akan anak SMP yang berbicara R nya cadel, badannya yang besar hehe. dan saat kami sampai stasiun Bogor wahid pun membeli tiket untuk kita balik Kedepok setelah sampai diJalur Kereta yang beberapa menit bahkan detik mau berangkat wahid dan yoga pun tiba-tiba masuk kedalam kereta dan saya kikipun hampir terjepit pintu kereta yang otomatis itu. saya pun sayang kaget dan deg-degan mengingat akan kejadian itu yang semua orang melihat kepanikan saya dan kiki, disitu pun kami berempat tidak kebagian tempat duduk lalu kami pun berdiri selama perjalanan pulang . kami pun tertawa-tawa,cerita-cerita bersama dan sampai kita melihat bapak-bapak yang aneh membawa anaknya dengan satu tangan hahaha. setelah sampai distasiun Pondok Cina pun ada kejadian aneh lagi tiba-tiba kita bertiga (saya, wahid, dan yoga) tidak bisa keluar stasiun karena wahid yang salah pesan tiket dan kita salah turun stasiun. kami pun melapor satpam dan akhirnya kita pun bisa keluar stasiun dengan ketawa-tawa. Setelah sampai diDepok kita akhirnya makan malam lalu pulang kerumah  masing-masing. inti dari cerita ini adalah Kejadian yang yang menarik, lucu bikin deg-degan pada tanggal 24 April 2014.

Rabu, 30 April 2014

REALITA WONG CILIK



Istilah Wong Cilik kerap muncul pada zaman orde baru seperti sekarang ini, mereka juga hadir di Kota-kota besar dan kota-kota kecil, tentu akan menjadi suatu realita nyata yang sangat memperihatinkan, yaitu tentang hidup dan kehidupan sehari-hari dari sosok Wong  Cilik. Mereka yang ada dilapisan terbawah dari struktur social yang kasat mata, mulai dari masalah pangan (makanan), air bersih, papan (tempat tinggal), failitas kesehatan dan pendidikan sampai dengan masalah lingkungan tempat tinggal mereka dan berbagai lainnya.

Wong Cilik itulah sebutan ciri khas bagi orang-orang yang berkemampuan pas-pasan atau ekonomi yang rendah, seiring dengan roda zaman yang terus berputar keberadaan Wong Cilik ini tetap ada dan terpelihara diperadaban bumi pertiwi ini. Mereka hidup dengan penghasilan kecil, pendapatan tidak menentu, terkadang seharian mereka mendapatkan uang dan tak jarang pula mereka hanya membawa tangan hampa saja untuk dibawa pulang. Jaminan kesehatan mereka pun masih sangat kecil, terkadang mereka ditolak berbagai rumah sakit hanya dikarenakan mereka tidak mempunyai dana untuk berobat. Pemerintah pun tidak memperhatikan rakyat-rakyat kecil seperti mereka. Ya walau ada layanan seperti Jamkesda tidak semua rakyat kecil mendapatkannya dan terkadang sudah adanya layanan seperti Jamkesda atau Jamkesmas, rakyat kecil masih saja dipersulit oleh oknum-oknum tertentu  dalam pelayanan kesehatan karena yang dipentingkan oleh oknum tertentu adalah orang yang mempunyai uang terlebih dahulu dibandingkan kesehatan mereka.
Jika menilik “Penghamburan”, anggaran Negara diberbagai sektor apalagi jika menyimak harta-harta tak terduga para koruptor sudah sangat miris sekali, banyak hak-hak Wong Cilik yang sudah mereka rampas secara besar-besaran, pajak Negara yang seharusnya menjadi hak-hak Wong Cilik malah di korupsi oleh orang-orang yang tak “bermoral”. Hebatlah untuk para Wong Cilik, mereka masih tetap mempunyai mimpi untuk mensejahterakan hidup mereka. Dari masa kemasa di Bumi Indonesia selalu saja berhadapan dengan masalah WONG CILIK yang juga hidup dari zaman ke zaman dan kita harus belajar dari kehidupan sosok Wong Cilik yang tak patah semangat dalam hidup dan selalu mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Yang Maha Pencipta. 
Photo by : Muhammad Ryan Saputra